This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

air terjun lider

Air Terjun Lider - Banyuwangi





Tumpahan Air Terjun Lider memiliki terjunan air setinggi 60 meter dengan ketinggian 1.300 meter diatas permukaan laut. dan berasal dari mata air pegunungan.

Dinamakan Air Terjun Lider, karena lokasinya terletak di hutan lindung petak 74, Blok Lider, di lereng timur Gunung Raung di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jambewangi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kali Setail, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat.
Ada satu lagi yang membuat suasana air terjun Lider tampak indah. Yaitu, dinding tebing dua jurang yang menghimpitnya.  Dinding tebing dua jurang itu berupa batu-batu besar yang berdimensi rata.


  • Dari Genteng ke arah utara menuju kecamatan Sempu sejauh 7 km.
  • Dari kecamatan sempu melewati desa Jambewangi menuju desa Sumber Arum sejauh 7 km.
  • Sesampai di post 1 kawasan perkebunan, mengisi daftar kunjungan lengkap dengan keperluannya.
  • Pastikan kondisi kendaraan anda seluruhnya dalam keadaan baik karena medan yang dilewati sangatlah sulit dengan batu gunung lancip hampir di sepanjang jalan.



Lokasi

Terletak di Dusun Sragi, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur.

Peta dan Koordinat GPS:


Aksesbilitas

Berjarak sekitar 45 km dari Banyuwang. Untuk bisa sampai ke lokasi Air Terjuan Lider, ada dua jalur yang bisa dilalui.  Jalan pertama melewati Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu sepanjang 5 km. Jalan alternatif lainnya adalah melewati Desa Sragi, Kecamatan Songgon dengan jarak sekitar 8 km dari perkampungan warga. Sayangnya, kondisi jalan di dua jalur tersebut sama-sama kurang mendukung.  Sebab selain tidak beraspal, jalannya juga sangat rusak.  Apalagi kalau di musim penghujan sangat becek.

Apabila menggunakan jalur pertama, dari terminal bus di kota genteng, Banyuwangi perjalanan diawali dengan menggunakan angkutan pedesaan menuju Kecamatan Sempu yang hanya berjarak sekitar 15 km. Dari sini perjalanan dilanjutkan menuju Desa Songgon sejauh 10 km, bisa menggunakan ojek atau berjaan kaki sambil menikmati panorama alam perkebunan cengkeh yang terhampar disekitarnya. Sesampai di dukuh Lider, Anda masih harus melanjutkan perjalanan sejauh 3 km menuju ke batas akhir perkebunan cengkeh, dimana terdapat jalan masuk ke air terjun.

Usai melakukan perjalanan panjang dengan kendaraan, dengan meningalkan kendaraan di sebuah pos, dilanjutkan dengan berjalan kaki melintasi jalan setapak  selebar setengah meter di sisi tebing jurang dan enam sungai di tengah hutan.  Kondisi jalan setapak ini sudah tertata rapi lengkap dengan petunjuk jalannya, namun cukup licin dan berliku.   Jarak pos dengan lokasi air terjun sekitar 1 km.

Fasilitas dan Akomodasi

Tidak ada warung penjual makanan sehingga disarankan membawa makanan dan minuman sendiri.

pantai boom

Pantai Boom Banyuwangi

Pantai BoomPantai Boom yang satu ini merupakan objek wisata Pantai yang berada di Kabupaten Banyuwangi,Jawa Timur.objek wisata Pantai Boom merupakan Objek wisata Pantai yang berada di Kelurahan Mandar,Banyuwangi, pantai boom ini sebenarnya sudah terkenal sejak tahun 50 -an.
Dahulu Kala Objek wisata Pantai Boom terkenal sebagai dermaga penyeberangan yang menghubungkan Antara Banyuwangi, Jawa Timur dengan Pulau Bali.sebelum di bangunnya pelabuhan Ketapang di sisi Utara Kota Banyuwangi.antara tahun 80 – 90 an pantai Boom sangat terkenal dengan nama Taman Hiburan Rakyat(THR).
Di sekitar Objek wisata pantai Boom juga banyak terdapat pedagang dengan membangun warung-warung di sekitar Pantai,serta ada juga persewaan Kuda buat di gunakan jalan jalan di sekitar pantai Boom.Objek wisata Pantai Boom yang mempunyai latar belakang Pulau Bali,Pada Hari-Hari Biasa tiap Pagi maupun sore hari masih ada juga pengunjung,tapi sangat ramai bila hari libur maupun pada saat Liburan Hari Raya Idul Fitri.
Tapi untuk saat ini Objek wisata Pantai Boom sangat sepi,bahkan daerah sekitar pantai yang tidak terawat,banyak sampah di mana- mana,padahal bila di Optimalkan,pantai Boom bisa menjadi daya tarik tersendiri Bagi pengunjung.Pantainya yang mempunyai latar belakang pulau Bali,serta Ombaknya yang tidak terlalu besar.
Rute Pantai Boom:
Bila Dari Arah Surabaya Langsung menuju Kabupaten Banyuwangi dengan Jalur selatan sampai di Masjid Agung Banyuwangi Atau Juga Alun Alun Kota Banyuwangi Belok Kanan sekitar 2 Km sampai Pantai Boom.Bagitu juga sebaliknya bila dari Penyebrangan Ketapang,sampai Alun alun Kota Banyuwangi Belok Kiri.

PANCORAN

Wisata Air Pancoran Rogojampi



Pemandian Pancoran terletak di Kecamatan Rogojampi. Desa Pancoran, sekitar 17 km dari kota Banyuwangi ke arah selatan. Para pengunjung dapat mandi di pemandian dan bermain Water Boom. Arena bermain disediakan untuk anak-anak. Para pengunjung dapat menikmati makan siang di cafetaria yang ada di pemandian. Selain itu, juga ada wahana mainan anak-anak seperti kereta, kuda terbang (sejenis komedi putar), ayunan, dan kendaraan ATV yang bisa disewa.  Rata2 harga sewanya terbilang murah berkisar Rp 3000 – Rp 5000. Sementara itu, biaya masuk ke wahana Pemandian ini Rp 7.000,- tiap orang.

taman suruh

WUSATA TAMAN SURUH
Taman wisata dan pemandian “Tamansuruh,” Merupakan Obyek Wisata Andalan dan Representatif
Banyuwangi adalah daerah di Jawa Timur yang kaya akan potensi alamnya, khususnya potensi objek wisata, seperti wisata pantai/laut, wisata gunung, wisata kebun, juga didukung dengan Taman Nasional Meru Betiri dan Taman Nasional Baluran. Kini tambah satu lagi tempat tujuan wisata yang cukup representatif yakni Taman Wisata dan Pemandian “Tamansuruh” yang terletak di Dusun Wonosari, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, 8 km ke arah barat kota Banyuwangi. Objek wisata Tamansuruh memiliki nilai tambah tersendiri, di samping lokasinya masuk dataran tinggi, bebatuan, hawanya sejuk dan asli. Ditambah lagi dengan dua kolam pemandian bagi orang dewasa dan anak-anak serta tempat majnan anak-anak. Juga di lokasi ini telah tumbuh pohon durian yang jumlahnya cukup ban yak, serta tanaman langka lainnya masih cukup banyak terpelihara, belum lagi sejurnlah bunga-bunga yang tertata sangat apik nan asri.
Lokasi wisata dan pemandian “Tamansuruh” yang memiliki luas 3,5 hektar dulunya adalah tanah yang tidak produktif karena bebatuan dan padas, namun di tengah lokasi ini terdapat sumber air yang bersih dan dingin. Mata air ini adalah sumber menggolo dan sumber waras dan sumber-sumber kecil lainnya. Pohon-pohon bambu dan kopi serta pohon kelapa juga banyak tumbuh dan kini telah tertata dengan baik. Taman wisata dan pemandian “Tamansuruh” ini terwujud berkat kepedulian Ir. H. Soesanto Soewandi dan Hj. Sukowati SS sebagai manajer, untuk mewujudkan tempat tujuan wisata bagi orang-orang Banyuwangi khususnya memang dibutuhkan waktu cukup panjang. Bahkan kedua orang tersebut mempunyai angan-angan taman Wisata dan Pemandian “Tamansuruh” ini menjadi “Sengkalingnya” nya Banyuwangi, atau Selektanya Banyuwangi.
Ir.H. Soesanto Soewandi, kepada Gema Blambangan menjelaskan, untuk dapat mewujudkan angan-angannya ini membutuhkan perhatian cukup besar. Pada 1993 lalu ia melakukan survey dan ternyata tempat ini masuk dalam surveinya. Lalu mulai melakukan pembelian tanah, kepada beberapa warga disana. “Baru awal 1998 kami melakukan pembangunannya. Alhamdulillah pada akhir 1998 lalu sudah bisa dibuka untuk umum,” ujarnya. Menurut Ny. Hj. Sukowati SS, untuk investasi pembangunan Taman Wisata dan Pemandian ini menelan dana Rp700 juta, dengan investasi yang ditanam cukup besar ini, membuat Ny. Sukowati tidak main-main. Menurut rencana Taman Wisata ini akan terus dikembangkan agar betul-betul menjadi tempat tujuan wisata yang handal. “Yah, tujuan pertama kami adalah membuat tempat tujuan wisata bagi masyarakat Banyuwangi atau tamu-tamu dari luar agar benar-benar betah tinggal di Banyuwangi,” ujar Ny. Hj. Sukowati SS yang dibenarkan Soesanto.
Secara rinci Soesanto mengatakan, dibangunnya dua kolam renang ini semata-mata memanfaatkan sumber air waras yang jernih dan bersih serta dingin, kolam renang bagi orang dewasa dibangun dengan luas 750 m² serta luas pelataran dan ruang tunggu alam 2000 m². Sedangkan kolam renang anak-anak dengan luas kolam 300 m² dan merniliki pelataran seluas 600 m² yang dilengkapi ruang tunggu dan ruang bilas. Disamping itu tersedia tempat bermain anak-anak yang cukup representatif dimaksudkan untuk memanjakan anak-anak, sehingga anak-anak akan menjadi betah bermain. Tempat ini memiliki luas 2000 m². Bahkan dalam program pengembangannya nanti akan mengarah pada wisata agro. Di lokasi ini akan ditanami buah-buahan berkualitas yang cocok dengan alam Banyuwangi serta pengenalan tanaman-tanaman langka, dengan luas areal 1,5 hektar. Di dalam lokasi taman wisata ini terdapat beberapa bangunan penunjang, seperti tempat parkir seluas 600 m², kantin dengan aneka masakan khas Banyuwangi, warung cinderamata, ruang tunggu, musholla, pentas hiburan, dan tenda-tenda istirahat. Untuk menuju ke lokasi wisata yang satu ini, tidak terlalu sulit karena pengunjung bisa memanfaatkan angkutan pedesaan jurusan perkebunan Kalibendo, hanya dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.
Konon, menurut cerita beberapa warga masyarakat sekitar lokasi Taman Wisata ini bahwa sumber waras yang digunakan untuk mengisi kedua kolam renang tersebut memiliki keajaiban tersendiri. Dulu, menurut cerita Pak Achwan sesepuh Dusun Wonosari itu, seseorang Kepala Desa Mojopanggung menderita sakit yang sulit disembuhkan. Lalu orang tersebut menerima wangsit kalau dirinya disuruh mandi di sumber itu, lalu wangsit itu dilaksanakan, ternyata Kepala Desa yang sakit itu langsung sembuh dari sakitnya. Akhirnya, melihat kenyataan itu Kades yang sembuh dari sakitnya itu mempunyai niat untuk melaksanakan selamatan (kenduri, Red) di sekitar sumber air itu. Disaksikan masyarakat sekitar lokasi itu Kades memberi nama sumber mata air itu dengan nama “Sumber Waras”. Sejak itu, pengalaman kades tersebut diikuti masyarakat lain yang sakit, mandi di sumber waras, dan banyak yang sembuh. Kepercayaan masyarakat hingga kini terus berjalan, bahkan pihak pengelola Taman Wisata dan Pemandian “Tamansuruh” memberikan kartu free pas khusus kepada masyarakat setempat untuk dapat masuk ke lokasi tersebut.
Meski lokasi ini sudah terbangun dengan cukup representatif, pengelola tidak mau berbuat dengan semena-mena terhadap warga di sekitarnya. Pengelola sejak awal pembangunannya menggunakan tenaga kerja dari warga setempat hingga sekarang. Seperti kantin-kantin yang ada dalam lokasi wisata yang dibangun pengelola dimanfaatkan oleh warga, khususnya yang tanahnya dibebaskan untuk objek wisata itu. Mereka bisa menjual masakan khas Banyuwangi sesuai selera pengunjung dan cinderamata sesuai kebutuhan pengunjung. Selain itu, masyarakat sekitar lokasi ini yang memiliki lahan kosong bisa menampung parkir kendaraan bila tempat parkir yang tersedia sudah penuh. Ini merupakan penghasilan tambahan bagi warga sekitar lokasi-wisata. “Kami benar-benar akan memberi peluang pekerjaan bagi warga sekitar sini, dan mengangkat harkat masyarakat. Otomatis dengan adanya lokasi ini tanah mereka harganya menjadi mahal, ” tutur Soesanto. Abd. Karim MR, Jamhari

blimbingsari

Keindahan Pantai Blimbingsari

Thursday, August 2nd 2012. | Jawa Timur
Keindahan Pantai Blimbingsari-Blimbingsari adalah salah satu tempat wisata alam berupa pantai. Pantai blimbing sari ini berada di kabupaen Banyuwangi, tepatnya di kecamatan Rogojampi. Pantai ini berjarak 30km dari kota genteng. Apabila kita menggunakan kendaraan bermotor hanya membutuhkan waktu 40menit dengan kecepatan standar. Tempat ini mempunyai keistemewaan tersendiri karena Blimbing sari pantainya luas. Jalan menuju blimbing sari juga lebih bagus karena adanya pembangunan bandara yang berada 1km sebelum pantai blimbingsari. Pembangunan bandar ini dimulai kurang lebih 3 tahun yang dan sekarang bandara tersebut sudah hampir tuntas. Meskipun belum tuntas bandara ini biasanya dipakai pesawat perintis untuk menjajakan jasanya bagi warga yang ingin merasakan indahnya kota rogojampi dari atas. Untuk menikmati jasa ini pengunjung tidak perlu menggocek saku lebih dalam.
pantai blimbingsari Keindahan Pantai Blimbingsari
Pantai Blimbingsari
Dua tahun lalu pantai blimbingsari ini masih belum dimodernkan tetapi sekarang sudah dibangun tembok untuk menghalang ombak selain itu tembok ini juga berfungsi bagi wisatawan dalam menikmati sunrise agar lebih aman dan nyaman. Pantai ini sekarang mempunyai tempat berteduh maka wisatawan tidak perlu kawatir dengan terik matahari. Di pantai ini mempunyai ombak yang besar dan dinamis. Wisatawan tidak perlu kawatir jika tidak bisa menikmati pantai dari bawah, karena selain tembok yang menghalangi pantai ini juga mempunyai pantai yang memang tidak dibangu tembok agar wisatawan bisa menikmati air laut secara langsung.
Pantai ini sebenarnya bukanlah tempat tujuan utama wisatawan domestic maupun wisatawan internasional yang menjadi tujuan utama mereka adalah wisata kuliner yang berada di pantai blimbing sari ini. Wisata kuliner yang berada di pantai blimbing sari ini sudah terkenal dari luar pulau hingga luar negeri. Wisata kuliner blimbing sari ini adalah ikan bakar. rasa ikan bakar ditempat ini sangat khas dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Selain itu ika—ikan ditempat ini masih segar karena pemilik tempat makan selain membuka usaha warung makan sebagian juga mempunyai sampingan sebagai nelayan. Ikan—ikan segar ini didapat dari pantai langsung sehingga segar terus. Wisatawan yang pernah datang ketempat ini selalu ingin datang kembali untuk merasakan ikan bakar dan pemandangan pantainya.
Pantai ini juga didukung dengan fasilitas yang lengkap baik dari segi kebersihan maupun dari segi ekonomi dan kebudayaan. Sealin itu warga yang ramah tamah membuat suasana lebih tenang dan nyaman. Suasana ini membuat wisatawan betah berlama—lama di pantai Blimbingsari. Bila anda ingin buang air kecil maupun besar tidak usah kawatir karenatempat ini juga dilengkapi fasilitas kamar mandi yang bersih. Bila anda membeli ikan bakar lebih enak dinikmati di tempat ini karena selain pemandangan pantai yang indah anda juga dapat memesan kelapa muda untuk menyeimbangkan dengan ikan bakar tersebut. Dengan kesegaran kelapa muda anda dapat merasa segar kembali. Dan saya yakin anda pasti kembali ketempat ini.

wisata rajegwesi

Rajegwesi, Akuarium Penyu Terbuka

KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM Anak-anak dari Rajegwesi dan Banyuwangi melepas tukik (penyu) di pantai Rajegwesi, Banyuwangi. Rajegwesi menjadi salah satu tempat wisata pelepasan tukik di Taman Nasional Meru Betiri.
Oleh Siwi Yunita Cahyaningrum
Tahun 1980-an, hampir sepanjang pantai selatan Jawa menjadi habitat penyu-penyu langka seperti penyu belimbing, sisik, dan hijau. Kini setelah wilayah selatan kian ramai dengan aktivitas nelayan, habitat penyu kian terdesak. Pantai Rajegwesi menjadi sedikit dari habitat penyu langka yang tersisa. Saat liburan sekolah tempat ini layak dituju.
Pantai Rajegwesi terbentang di selatan Banyuwangi, Jawa Timur. Letaknya di perbatasan hutan dan masuk dalam Taman Nasional Meru Betiri. Butuh waktu 2-3 jam untuk mencapai kawasan tersebut dari kota Banyuwangi. Jalurnya menembus perkebunan karet dan kakao dengan kondisi jalan berbatu.
Namun pantai ini menjadi salah satu tempat habitat penyu langka, di antaranya penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu slengkrah (Lepidochelys olivacea), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Pada waktu-waktu tertentu tukik atau anak penyu yang sebelumnya telah ditangkarkan, dilepas di pantai ini untuk tumbuh dan berkembang.
Sebelumnya, penyu-penyu itu ditangkarkan di pusat penangkaran penyu pantai Sukamade. Dibandingkan dengan Rajegwesi, Sukamade jauh lebih terpencil. Akses menuju pantai tersebut hanya bisa ditempuh dengan mobil bergardan ganda atau trail. Namun justru di tempat terpencil itu, penyu-penyu bisa bertelur dengan lebih aman, minim gangguan manusia dan habitatnya pun terjaga.
Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri Bambang Darmodjo mengatakan, pada waktu malam di saat-saat tertentu, penyu mendarat di pantai untuk bertelur. ”Terkadang dua atau tiga ekor, tetapi bisa jadi 4-6 ekor penyu yang mendarat untuk bertelur. Tapi bisa jadi mereka mendarat namun tak jadi bertelur karena terusik keramaian,” katanya.
Penyu hijau misalnya, bisa menetaskan 100 butir telur di pantai. Telur-telur itu dikubur oleh induknya di pasir pantai untuk mengerami dan melindunginya dari babi hutan atau binatang lain pemangsa telur.
Kondisi pantai yang masih bersih dan sepi mendukung perkembangbiakan penyu-penyu yang kini sudah langka tersebut. Warga setempat seperti nelayan pun memberi ruang pada fauna langka. Mereka hanya menambatkan perahu di sisi barat pantai, adapun di sisi timur dibiarkan kosong dan menjadi habitat hewan-hewan seperti penyu, dan hewan laut lainnya.
Pantai Rajegwesi dan Sukamade selama ini menjadi lokasi wisata konservasi. Pada musim-musim tertentu, wisatawan dari dalam negeri dan mancanegara datang khusus untuk melihat penyu bertelur atau melepas tukik di pantai,” kata Bambang.
Seperti April lalu, Banyuwangi Turtle Sea Foundation mengajak anak-anak SD untuk melepas penyu di pantai Rajegwesi. Tukik-tukik itu berasal dari pantai Sukamade yang kemudian ditangkarkan di tempat penangkaran penyu di Ketapang, Banyuwangi.
Davina (12), salah satu anak yang ikut melepas tukik terlihat senang bukan main saat penyu kecilnya lepas dari tangan dan berlari menyambut ombak. Davina baru sekali ini melihat tukik di alam bebas. Biasanya ia hanya melihatnya di akuarium.
Kegembiraan serupa tergambar di wajah anak-anak SDN Sarongan yang ikut melepas tukik. Menurut Westin Dwi, siswa kelas VI SD Sarongan, menyaksikan penyu bertelur sudah menjadi sesuatu yang langka. Karena itu ketika ada kegiatan yang berkaitan dengan penyu mereka bersemangat untuk ikut serta.
”Telur-telur penyu dibantu untuk ditetaskan kemudian saat menjelang dewasa harus dilepas agar mereka bisa hidup di alam bebas. Suatu saat kami berharap bisa melihat penyu itu kembali dan bertelur,” kata Westin yang hidup di lingkungan nelayan.
Pendiri Banyuwangi Sea Turtle Foundation Wiyanto Hadi Tanojo mengatakan, dirinya memang mengajak anak-anak untuk melepas tukik bersama agar mereka mengenal dan lebih menyayangi hewan-hewan langka itu. Kelak, saat mereka dewasa, rasa sayang terhadap lingkungan itu diharapkan mengakar di jiwa mereka.
Penyu-penyu di Meru Betiri sendiri kini terancam punah. Tak semua telur bisa menetas, atau berkembang menjadi penyu dewasa yang bisa bertelur lagi.
Telur yang baru saja dihasilkan induk kadang habis disantap hewan lain seperti babi hutan. Tidak jarang telur penyu dicuri dan diperdagangkan. Ketika telur sudah berubah menjadi tukik, tidak serta-merta mereka bisa bertahan di alam terbuka. Mereka juga kerap menjadi mangsa elang laut atau hewan lainnya.
Berdasarkan data dari Taman Nasional Meru Betiri, sepanjang tahun 2011 saja tercatat sebanyak 979 penyu yang mendarat dan bertelur di pantai Sukamade. Jumlah telur yang ditanam sebanyak 111.718 butir, namun hanya 81.023 ekor yang menetas jadi tukik. ”Dari 1.000 tukik yang dilepas mungkin hanya seekor yang bisa bertahan hingga dewasa dan kemudian bertelur lagi,” kata Bambang.
Rajegwesi menjadi bagian dari habitat penyu di Meru Betiri. Jika pantai seperti Rajegwesi tetap terjaga ekosistemnya, penyu pun tetap punya ruang hidup yang leluasa.

Wisata Kaliklatak


                                                  KALIKLATAK

Agro Wisata Kaliklatak

banyuwangi Bagi mereka yang ingin mengunjungi wisata perkebunan di Banyuwangi, terdapat beberapa pilihan tujuan dan salah satunya adalah wisata agro Kaliklatak. Kaliklatak merupakan perintis wisata agro di Banyuwangi dan bahkan di Indonesia.
Kaliklatak terletak di lereng Gunung Merapi, 15 km sebelah barat kota Banyuwangi. Agro wisata perkebunan ini memiliki luas sekitar 1013ha, terletak di ketinggian 450 M dari permukaan laut dan dikelola oleh perusahaan swasta. Komoditas utama dari kawasan Kaliklatak antara lain berupa kopi, coklat, karet, cengkeh, dan rempah-rempah. Di bagian yang tertinggi, yaitu Hargosonyo, pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Banyuwangi, Selat Bali, Semenanjung Blambangan dan pulau Bali dengan sangat indah.
Pada awalnya, perkebunan ini dimiliki oleh perusahaan Belanda Mij Moorman & Co, tapi setelah tahun 1957 kebun ini berpindah tangan ke R.Soehoed Prawiroatmodjo, seorang pengusaha pribumi dan khusus bergerak di bidang tanaman kopi, karet dan kakao. Setelah itu, Kaliklatak berkembang di bidang tanaman lada, cengkeh, pala, vanili, kayu manis, keninger, kayu putih, kelapa dan buah-buahan seperti pisang, jeruk dan kelengkeng.

wisata Watu Dodol

Watu Dodol

Obyek wisata ini berada di wilayah administrasi Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, letaknya yang berada di perlintasan jalur yang menghubungkan Banyuwangi dan Situbondo membuat obyek wisata ini sangat mudah diakses baik dari arah Situbondo maupun dari arah Banyuwangi kota. Dari arah Banyuwangi kota ke obyek wisata ini dapat ditempuh dengan jarak 14 kilometer ke arah utara. Atau sekitar kurang lebih 5 kilometer dari pelabuhan ketapang. Pada hari hari libur watu dodol selalu dipadati pengunjung. Karena letaknya berada di tepi jalan poros Banyuwangi – Situbondo, watu dodol biasa dijadikan tempat peristirahatan sejenak setelah menempuh perjalanan jauh. 

Selain menikmati indahnya panorama laut, pengunjung dapat pula mendaki bukit yang letaknya hanya bersebrangan jalan, di bukit ini telah disediakan track untuk dilewati oleh pengunjung. Sesampai di atas bukit, pengunjung dapat melihat panorama selat Bali yang lebih luas dan indah.

Untuk masalah makanan dan minuman, di pantai wisata ini telah tersedia warung-warung yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Selain itu juga terdapat kios-kios souvenir yang menyediakan barang-barang kerajinan berbahan baku dari kerang kerangan dan batu batuan laut

pantai pancur

Pancur

Pantai Pancur

Pancur adalah sebuah tempat dimana air tawar kecil alami mengucur dekat pantai. Pancur merupakan tempat yang teduh dan sangat cocok untuk bersantai. di sana juga ada tempat untuk berkemah. Para pengunjung bisa mendirikan tenda perkemahan disana. Para pengunjung dapat menginap sambil menikmati suara deburan ombak dan suara binatang lisr dari hutan. Pancur terletak 3 km dari Trianggulasi.

melihat mangrove bedul

Mangrove Blok Bedul

Kawasan wisata Blok bedul termasuk dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo, terletak di desa Sumber Asri Kecamatan Purwoharjo. Kawasan Blok bedul terdiri dari daratan ujung lemarengan dan segoro anakan kurang lebih 500 m, sedang panjangnya sekitar 16 kilometer. disepanjang tepian segoro anakan terdapat tumbuhan mangrove yang masih alami dengan ketebalan dari bibir pantai rata-rata 300 m. 

Dalam kawasan Blok bedul terdapat 27 jenis tumbuhan mngrove, beberapa jenis burung yang diantaranya adalah : merak, raja udang, elang laut, burung migran dari australia dan bangau. selain itu terdapat pula beberapa satwa yang dapat ditemui disana yaitu kera, biawak, kijang, babi hutan dan penyu.
Di wisata blok bedul ini, pengunjung dapat naik perahu menyusuri segoro anakan dengan naik perahu, yang oleh penduduk setempat dinamai gondang gandung. sambil menikmati pemandangan serta suasana hutan mangrove yang masih alami dengan aneka satwanya, dapat pula pengunjung melihat aktifitas penduduk setempat mencari kerang serta menjaring ikan.
Tips menuju ke wisata mangrove:
1. Dari Banyuwangi kota menuju selatan ke arah kota benculuk 30 Km.
2. Dari Benculuk menuju kearah Desa Karetan kecamatan Purwoharjo kurang lebih 10 km.
3. Dari Desa Karetan ke arah desa Jatirejo lalu ke  desa Curahjati dan desa Sumberasri.
silahkan mampir ke kantor desa sumber asri untuk cari informasi ke tempay tujuan.
silahkan berkunjung dan selamat menikmati.

indahnya grajagan

Pantai Grajagan


Grajagan merupakan pantai yang menarik untuk dikunjungi. Pantainya luas diselimuti oleh pasir bersih. Di seberang pantai, bukit yang gagah terhujam ke bumi dengan kuatnya. Pemandangan kampung nelayan menambah pesona Grajagan. Wisatawan dapat membeli beberapa jenis ikan laut hasil tangkapan nelayan. Gua pertahanan jaman jepang juga tersedia di tempat wisata ini. Grajagan kira-kira 53 km ke arah selatan dari Banyuwangi.

Pantai Grajagan Sepanjang pantai selatan Banyuwangi memang menjanjikan keindahan alamnya yang tiada tara terutama deretan gunung-gunung, perkebunan, pantai, dan lautan yang terbentang luas dari hamparan Samudera Hindia. Diantaranya pantai Grajagan, Plengkung dan pantai lainnya yang ada di TN Alas Purwo. Grajagan sangat ideal sebagai tempat transit atau sebagai pintu gerbang untuk menuju ke pantai Plengkung. Disamping lokasinya tidak terlalu jauh untuk menuju ke TN Alas Purwo, Grajagan juga sangat indah dan jauh dari kebisingan kota. Dari Grajagan untuk menuju ke Plengkung dibutuhkan waktu sekitar dua jam dengan menyusuri pantai menggunakan perahu sewa, perjalanan itu ternyata hampir sama bila kita menggunakan mobil dengan melewati jalan darat. Hal itu disebabkan jalan makadam menuju ke TN Alas Purwo, kondisinya sangat buruk sekali.
Grajagan dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melancong ke TN Alas Purwo dengan menggunakan perahu. Kawasan seluas 314 hektar ini berada di hutan KPH Banyuwangi Selatan, tepatnya di petak 111 BKPH Curahjati atau secara administratif pemerintahan terletak di desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Wanawisata ini dikelola oleh Kesatuan Bisnis Mandiri – Wisata, Benih dan Usaha lainnya (KBM-WBU) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Di Wanawisata Grajagan, juga tersedia fasilitas berupa penginapan. 
Pengunjung yang ingin bermalam untuk menikmati keheningan alam dengan paduan deburan ombak yang menggebu tidak perlu khawatir, dilokasi wisata ini terdapat 10 kamar dan 2 rumah berbentuk bungalow yang menghadap kearah laut. Tarifnyapun sangat variartif dan terjangkau antara 100 ribu – 150 ribu. Pelayanan di Wanawisata ini juga non stop selama 24 jam. Tetapi wisatawan yang datang di tempat ini kebanyakan hanya wisatawan lokal, jarang sekali turis bermalam disini, kata Supardi penjaga wanawisata Grajagan yang sudah lebih 14 tahun bekerja ditempat ini. Namun demikian tempat ini tetap layak untuk dijadikan sebagai tempat transit bagi turis yang ingin ke TN Alas Purwo, imbuhnya.Wanawisata Grajagan ini umumnya hanya rame dikunjungi pada hari libur saja, selain bisa menikmati keindahan pantai dengan paduan hutan ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung aktifitas nelayan pada pagi hari saat berangkat mencari ikan dan menurunkan ikan hasil tangkapannya. Pemandangan lain yang bisa dinikmati disini melihat deburan ombak laut lepas dari atas shelter dan tiga gua Jepang yang menghadap kearah laut selatan, yang merupakan peninggalan tentara Jepang pada masa perang dunia kedua. 
Untuk menuju lokasi ini sangat mudah, jalannya sudah beraspal dan dapat ditempuh menggunakan mobil pribadi atau kendaraan umum hingga ke lokasi. Jika naik kendaraan umum dari arah Kota Banyuwangi bisa naik bus jurusan Jember atau sebaliknya, dan turun di Benculuk, dari Benculuk perjalanan dilanjutkan naik angkutan pedesaan sekitar 12 Km menuju. Grajagan. Perjalanan yang menarik dari Grajagan ke Alas Purwo adalah menggunakan perahu sewa, utamanya menuju ke pantai Ngagelan yang merupakan tempat penangkaran penyu belimbing, abu-abu dan hijau. Tiap malam petugas disini selalu mencari telur penyu untuk ditetaskan, wisatawan yang sudah sampai di Ngagelan ini bisa melepas langsung penyu yang sudah siap dan waktunya dilepas ke laut lepas setiap saat.

 

pulau tabuhan banyuwangi

Pulau Tabuhan

Pulau Tabuhan terletak 20 km dar kota Banyuwangi,tepatnya berada di desa Bangsring,Kecamatan Wongsorejo. Luas Pulau Tabuhan kira-kira 5 hektar. Pemandangan kebun lautnya sangat mengagumkan. Batu Karang adalah rumah dari ribuan ikan kerang, bunga karang,udang karang, dan tumbuhan laut. Pulau Tabuhan sangat cocok untuk scuba diving , karena airnya yang sanagt jernih.


Pulau Tabuhan terletak persis di tengah Selat Bali yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Pulau Tabuhan masuk desa Bangsring kecamatan Wongsorejo kabupaten Banyuwangi. Satu-satunya sarana transportasi yang menuju Pulau Tabuhan adalah perahu nelayan yang bisa ditempuh dalam waktu 40 menit dari pantai Kampe desa Bangsring kecamatan Wongsorejo. Perjalanan menuju Pulau Tabuhan sangatlah menantang karena ombak besar siap menghadang para wisatawan yang ingin memacu adrenalin.

Pemandangan yang luar biasa yang dapat dinikmati oleh para wisatawan di Pulau Tabuhan adalah hamparan pasir putih yang mengelilingi Pulau Tabuhan, hamparan luas batu karang dan coral reef yang sangat menyejukkan mata para wisatawan yang datang di Pulau Tabuban, mercusuar yang menjulang tinggi yang berada di sisi timur, burung camar yang terbang melayang diderunya air laut. Para wisatawan di Pulau Tabuhan juga dapat menikmati beraneka biota laut, bintang laut, ganggang laut, gurita dan ikan-ikan kecil yang berlompatan yang seolah-olah sedang menyambut kedatangan para wisatawan di Pulau Tabuhan.



Para wisatawan di Pulau Tabuhan juga dapat menikmati kekayaan flora dan fauna. Dengan luas  sekitar 5 hektare, Pulau Tabuhan menjadi tempat favorit bagi berbagai jenis binatang, termasuk satwa yang dilindungi. Salah satu satwa yang menjadi pelanggan tetap di Pulau Tabuhan adalah burung maleo yang berasal dari Pulau Sulawesi dengan ciri-ciri berwarna hitam, ukuran badannya sekitar 55 cm, kulit sekitar mata berwarna kuning, dan kaki berwarna abu-abu. Kedatangan burung maleo ini merupakan rutinitas bagi burung untuk melakukan migrasi. Burung maleo biasa bersarang di daerah pasir yang terbuka dan hangat. Tujuannya, untuk menetaskan telur, yang akan menjadi cikal-bakal bayi burung. Makanan burung maleo antara lain ,biji-bijian, semut, dan berbagai jenis hewan kecil. Inilah alasan mengapa Pulau Tabuhan menjadi tempat favorit burung maleo.



Selain burung maleo, Pulau Tabuhan juga menjadi arena singgah bagi burung enggang gading. Hewan yang masuk daftar satwa dilindungi ini memiliki ciri bagian perut, kaki, dan ekor, berwarna putih. Panjang burung enggang gading sekitar 60 cm. Tetapi ditambah panjang bulu, bisa mencapai 160 cm. Burung enggang gading sudah terbiasa hilir mudik di Pulau Tabuhan, kata para nelayan yang sering singgah di Pulau Tabuhan. Burung lain yang kadang-kadang mampir berada di Pulau Tabuhan adalah burung jalak, burung yang menjadi maskot Pulau Bali.



Selain kaya akan fauna. Pulau Tabuhan juga memiliki daya tari flora. Diantaranya tanaman setigi yang menjadi primadona di Pulau Tabuhan. Selain masuk dalam perlindungan, tanaman setigi juga banyak diburu oleh para penggemar bonsai.

pantai para penyu

Pantai Sukamade

Jarak Pantai Sukomade kira-kira 97 km ke arah barat daya dari kota Banyuwangi. Pantai Sukomade merupakan pantai yang tenang dan indah. Pada mulanya pantai ini ditemukan oleh Belanda pada tahun 1927. Karet, kopi dan coklat ditanam di tanah perkebunan seluas 1200 hektar. Sukomade meropakan hutan lindung alam di Jawa Timur yang berhubungan dengan penangkaran penyu. Perjalanan malam hari ke pantai Sukomade menjadi tak terlupakan. 

Para pengunjung dibimbing oleh para pemandu penjaga hutan yang berpengalaman untuk melihat penyu yang mendarat ke pantai dan bertelur di pantai pasir. Penyu betina biasanya bertelur hingga ratusan yang diletakkan di dalam pasir di pantai. Penyu betina biasanya mulai mendarat di pantai jam 07.30 malam dan kembali ke laut pada jam 12.00 malam hari.Bulan Nopember hungga Maret adalah musim penyu bertelur. Jalan ke sukamade sangat menantang untuk dijelajahi. Sepanjang jalan untuk mengunjungi tempat ini, para pengunjung bisa berhenti di pantai Rajegwesi. Jangan juga sampai melewatkan Teluk Hijau, sebuah teluk hijau dengan karang terjal yang indah mengitari. Berpesiar di pagi buta untuk melihat binatang-binatang yang merumput di padang rumput juga mengesankan. Tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang masih alami yang harus anda tahu di ujung timur pulau jawa.
Pantai Sukamade merupakan salah satu obyek wisata yang terdapat di zona pemanfaatan intensif TNMB yang sangat potensial untuk kegiatan ekowisata. Atraksi yang dapat dilakukan adalah pengamatan penyu bertelur, pelepasan tukik, bird watching, camping, pengamatan rafflesia, dan berkano.

Pantai Sukamade merupakan habitat tempat penyu bertelur. Di tempat ini wisatawan dapat menyaksikan secara langsung aktifitas penyu naik ke pantai, bertelur maupun hanya sekedar memeti. Di tempat ini juga terdapat penetasan semi alami untuk menetaskan telur-telur penyu yang telah dikumpulkan oleh petugas. Wisatawan dapat turut aktif dalam usaha konservasi penyu dengan mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke laut setelah ditetaskan pada penetasan semi alami.
Fasilitas yang terdapat di lokasi ini antara lain: Pondok Wisata, Camping Ground yang dilengkapi dengan pendopo untuk ruang pertemuan, Shelter, jalan trail wisata, information centre, laboratorium dan pondok kerja.
Obyek wisata lain yang ada di Pantai sukamade adalah Hutan mangrove yang terletak di muara timur Pantai Sukamade. Sungainya dapat dipakai berkano pada sore hari sambil melakukan pengamatan burung (Bird Waching) seperti Roko-Roko, Elang laut, Dara Laut dan masih banyak lagi burung burung yang dapat diamati, hal ini biasanya dilakukan sambil menunggu Sunset.

 
Untuk menuju ke sana, anda dapat menggunakan kendaraan umum atau pribadi. namun perlu diingat medan yang berbukit-bukit dituntut untuk menyesuaikan jenis kendaraan anda. Dari Kota Banyuwangi menuju ke kota Pesanggaran (60 km) kemudian dilanjutkan ke Sarongan (20 km) dengan angkutan umum atau truk. Sarongan-Rajegwesi-Sukomade (17 km). Tersedia Cottage dan Camping Ground untuk menginap bagi para wisatawan.

rindangnya baluran

Baluran

Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.

Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.
Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).
Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus).
 
Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.
Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung diantaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).
 
Hutan yang selalu hijau sepanjang tahun

Pada Hm. 80 Batangan – Bekol , terdapat sumur tua yang menjadi legenda masyarakat sekitar. Legenda tersebut menceritakan bahwa kota Banyuwangi, Bali dan Baluran sama-sama menggali sumur. Apabila, sumur di masing-masing kota tersebut lebih dahulu mengeluarkan air dan mengibarkan bendera, berarti kota tersebut akan merupakan sentral keramaian/ kebudayaan.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Batangan. Melihat peninggalan sejarah/situs berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin antara bulan Oktober/November dan berkemah. Fasilitas: pusat informasi dan bumi perkemahan.
Bekol dan Semiang. Pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung.
Fasilitas yang ada: wisma peneliti, wisma tamu, menara pandang.
Bama, Balanan, Bilik. Wisata bahari, memancing, menyelam/snorkeling, dan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli/Agustus; dan sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.
Manting, Air Kacip. Sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, habitat macan tutul.
Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo. Bersampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, pengamatan burung migran.
Curah Tangis. Kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter, dengan kemiringan sampai 85%.
Candi Bang, Labuan Merak, Kramat. Wisata budaya.

Musim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Agustus setiap tahunnya.
Cara pencapaian lokasi: Banyuwangi-Batangan dengan jarak 35 km, yang dilanjutkan ke Bekol dengan waktu 45 menit (12 km) atau Situbondo-Batangan dengan jarak 60 km menggunakan mobil.

Kantor : Jl. KH Agus Salim No. 132 Banyuwangi 68425, Jawa Timur
Telp. (0333) 424119; Fax. (0333) 412680
E-mail: tnbaluran@telkomnet dan
office@balurannationalpark.com

 
 Bekol di Musim Kemarau

pesona als purwo

Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa.
Tumbuhan khas dan endemik pada taman nasional ini yaitu sawo kecik (Manilkara kauki) dan bambu manggong (Gigantochloa manggong). Tumbuhan lainnya adalah ketapang (Terminalia cattapa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kepuh (Sterculia foetida), keben (Barringtonia asiatica), dan 13 jenis bambu.

Taman Nasional Alas Purwo merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus gallus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), dan kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis). Satwa langka dan dilindungi seperti penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas) biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s/d September.

Pada periode bulan Oktober-Desember di Segoro Anakan dapat dilihat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia diantaranya cekakak suci (Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola).
Plengkung yang berada di sebelah Selatan Taman Nasional Alas Purwo telah dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan G-Land. Sebutan G-land dapat diartikan, karena letak olahraga selancar air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G. Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.
Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.

Anak Lutung (Trachypithecus auratus)

Masyarakat sekitar taman nasional sarat dan kental dengan warna budaya “Blambangan”. Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram, dan meyakini bahwa di hutan taman nasional masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring.

Oleh karena itu, tidaklah aneh apabila banyak orang-orang yang melakukan semedhi maupun mengadakan upacara religius di Goa Padepokan dan Goa Istana. Di sekitar pintu masuk taman nasional (Rowobendo) terdapat peninggalan sejarah berupa “Pura Agung” yang menjadi tempat upacara umat Hindu yaitu Pagerwesi. Upacara tersebut diadakan setiap jangka waktu 210 hari.
Taman nasional ini memiliki ragam obyek dan daya tarik wisata alam dan wisata budaya (sea, sand, sun, forest, wild animal, sport and culture) yang letaknya tidak begitu jauh satu sama lain.


Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Sadengan.
Terletak 12 km (30 menit) dari pintu masuk Pasaranyar, merupakan padang pengembalaan satwa seperti banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan dan burung-burung.
Trianggulasi. Terletak 13 km dari pintu masuk Pasaranyar berupa pantai pasir putih dengan formasi hutan pantai untuk kegiatan wisata bahari dan berkemah.
Pantai Ngagelan. Terletak 7 km dari Trianggulasi untuk melihat beberapa jenis penyu mendarat untuk bertelur di pantai dan aktivitas penangkaran penyu.
Plengkung. Melihat perselancar profesional tingkat dunia yang sedang melakukan atraksi dan wisata penelusuran hutan.
Bedul Segoro Anak. Bersampan, berenang, ski air di danau dan pengamatan burung migran dari Australia.
Goa. Terdapat 40 buah tempat yang dapat disebut sebagai goa alam dan buatan antara lain Goa Jepang untuk melihat peninggalan dua buah meriam sepanjang 6 meter, Goa Istana, Goa Padepokan dan goa lainnya untuk wisata budaya dan wisata goa.


Cara pencapaian lokasi :
Banyuwangi-Pasaranyar 65 km, dan Pasaranyar-Trianggulasi 12 km menggunakan mobil. Trianggulasi-Plengkung, menyelusuri pantai sepanjang 10 km. Lokasi lainnya seperti Danau Segara Anak, Sadengan, Rowobendo dapat ditempuh berjalan kaki dari Trianggulasi.

banteng (Bos sondaicus)

Kantor: Jl. Achmad Yani 108 Banyuwangi 68416, Jawa Timur
Telp. : (0333) 410857; Fax. : (0333) 428675
E-mail: alaspurwo@telkom.net


indahnya kawah ijen

Kawah Ijen

Kawah ijen yang berada di ketinggian 2.386m dpl, merupakan kawah danau terbesar dipulau jawa, kawah berbentuk ellips dengan ukuran kurang lebih 960 x 600 m dengan ketinggian permukaan air danau kurang lebih 2140 m dpl dengan kedalaman danau kurang lebih 200 m serta merupakan danau terasam didunia dengan ph 0,5. Kawah belerang berada dalam sulfatara yang dalam. Kedalamannya 200 m dan mengandung kira-kira 36 juta meter kubik air asam beruap, diselimuti kabut berbau belerang yang berputar-putar diatasnya. Didalam kawah, berbagai warna dan ukuran batu belerang dapat ditemukan. Sungguh, kawah ijen merupakan taman batu belerang yang indah.

Pemandangan menjadi sangat unik ketika dari celah celah tebing curam terlihat begitu banyak para penambang belerang yang naik turun di sela-sela lereng kawah. Sekitar kurang lebih 100 orang membawa bebatuan kekuning-kuningan yang diatas pundaknya terlentang sebatang bambu dengan sejenis keranjang bambu yang dipenuhi puluhan kilogram belerang didalamnya yang tergantung disisi kanan kirinya. Beban yang dipikul memiliki berat yang beragam mulai 80 kg sampai dengan 120 Kg. tiap orang mondar-mandir, menggali belerang, naik turun, menuruni lereng beberapa kilometer sebelum beban dijual dipelelangan, dalam sehari dapat terkumpul belerang berkisar 6 sampai 7 ton. Itulah pemandangan alami kawah ijen kesehariannya.

Seperti halnya pemandangan di puncak gunung – gunung lainnya, pengunjung dapat melihat pemandangan yang menghampar luas kearah selat bali, serta pemandangan gunung lain yang ada di sekitar gunung ijen. Gunung ijen memiliki tetangga lain yaitu Gunung Merapi, Gunung Widodaren, Gunung Ranti dan Gunung Papak. Yang dapat dilihat dari pos paltuding.

ketika mendaki pengunjung akan melewati Pondok Bunder yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda, berbentuk setengah lingkaran sehingga lebih dikenal dengan pondok bunder ( bentuknya lingkaran ) fungsi utamanya untuk mengukur curah hujan. Lingkungannya sejuk dengan pemandangan Kaldera Pegunungan ijen raksasa ( G. Raung, G. Rantai, G. Suket, dan G. Papak ), disini juga merupakan bird waching area.

Bunga edelweis juga dapat ditemui di sepanjang bulan juli sampai september, dibulan-bulan ini bunga abadi ini mulai tumbuh dan bersemi..

Bagaimana Akomnodasi yang disediakan?
Bagi pengunjung yang tidak membawa perbekalan, tidak perlu kuatir, sebab di Paltuding yaitu pos terakhir sebelum pengunjung melakukan pendakian ke puncak telah tersedia beberapa warung makanan dan juga penginapan serta terdapat pula camping ground. Disepanjang pendakian ke puncak juga terdapat warung sederhana yang menjual makanan.

Bagaimana menuju ke kawah ijen?
Jalan akses dari Banyuwangi ke gunung ijen relatif sudah sangat baik untuk dilewati berbagai jenis kendaraan. Bahkan kendaraan roda 2 dapat dengan mudah melewatinya. Hal itu karena jalan disepanjang pintu masuk yang berada di desa jambu ke kawasan wisata gunung ijen sampai dengan pos terakhir di Paltuding sudah beraspal.

Untuk mencapai Gunung Ijen dari Banyuwangi, bisa naik angkot trayek Banyuwangi - Licin – Jambu yang berjarak kurang lebih 45 km. Dari Jambu perjalanan dilanjutkan menuju Paltuding, dengan ojek atau sewa mobil. Paltuding merupakan Pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen, yang juga merupakan Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam).


Dari Paltuding berjalan kaki dengan jarak kurang lebih 3 km. Lintasan awal sejauh 1,5 km cukup berat karena menanjak. Sebagian besar jalur dengan kemiringan 25-35 derajat. Selain menanjak struktur tanahnya juga berpasir sehingga menambah semakin berat langkah kaki karena harus menahan berat badan agar tidak merosot ke belakang. Setelah beritirahat di Pos Bunder ( pos yang unik karena memiliki bentuk lingkaran) jalur selanjutnya relatif agak landai. Selain itu wisatawan/pendaki di suguhi pemandangan deretan pegunungan yang sangat indah. Untuk turun menuju ke kawah harus melintasi medan berbatu-batu yang lumayan terjal sejauh 250 meter.

plengkung surga selancar

Plengkung

Plengkung atau yang dikenal oleh wisatawan mancanegara dengan nama G-Land merupakan surga bagi para peselancar profesional dari dalam negeri ataupun mancanegara. Huruf G berasal dari kata Grajagan, nama dari sebuah teluk yang memiliki ombak yang besar. G-Land dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang masih alami. Bulan Mei sampai Oktober adalah bulan terbaik untuk surfing. G-Land menawarkan olahraga surfing yang paling digemari oleh para pesurfer dan disarankan hanya untuk para pesurfer profesional karena ombaknya yang dapat mencapai 5 meter.
Kebanyakan dari para peselancar berangkat dari Bali, melalui Banyuwangi langsung ke G-Land atau ke Grajagan, kemudian menyewa boat ke pantai Plengkung. Untuk menginap tersedia Cottage dan Jungle camp dekat pantai bagi para pengunjung.

Bagaimana Mencapai Pantai Plengkung atau G-Land?
Pantai Plengkung terletak di pantai selatan Banyuwangi, ujung timur Jawa Timur. Para pengunjung dapat mencapai Pantai ini dengan dua jalur; darat maupun darat dan laut.
Lewat Darat : Banyuwangi-Kalipahit (59 Km) naik Bus, Kalipahit-Pasaranyar (3 Km) dengan ojek atau menyewa mobil, Pasaranyar Trianggulasi-Pancur (15 Km), Pancur-Plengkung (9 Km) dengan Mobil Khusus.
Lewat Darat-Laut : Banyuwangi-Benculuk (35 Km) naik Bus atau kendaraan umum lainnya, Benculuk-Grajagan (18 Km) dan Grajagan Plengkung dengan Speet Boat.

Kedua jalur menuju Plengkung tersebut semuanya tidak ada masalah. Jika pengunjung memilih melalui Grajagan penginapan di pantai Grajagan tersedia, dan para pengunjung bisa menikmati keindahan pantai Grajagan sebelum berangkat ke pantai Plengkung.

Banyuwangi kaya dengan berbagai tempat wisata yang menarik dan mempesona. Dari alam pengunungan nan eksotik hingga pantai yang indah membuat banyak orang terpukau. Beberapa tempat wisata alam yang menarik telah ditampilkan di situs Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan beberapa Blog para pecinta Banyuwangi maupun Laros yang peduli dengan Banyuwangi.
Beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mempromosikan pariwisata Alam unggulannya yang berada di tiga daerah yang diberi nama segitiga berlian atau Triangel Diamond. Segitiga Berlian terdiri atas:
●      Kawah Ijen di Area Taman Nasional Baluran, Licin
●      Sukomade di  Area Taman Nasional Meru Betiri, Pesanggaran
●      Plengkung di Area Taman Nasional Alas Purwo, Tegaldlimo
Triangle Diamonds adalah branding pada tiga destinasi wisata unggulan di Banyuwangi, Jawa Timur. Jika ditarik garis lurus yang menghubungkan ketiganya maka akan tergambar bentuk segitiga. Ketiga destinasi wisata alam ini memang pantas untuk dibanggakan, masing-masing mempunyai keunikan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Kawah Ijen dengan kawah belerangnya yang misterius, pantai Plengkung dengan ombak dahsyat dan langka yang disukai para surfer mancanegara serta pantai Sukamade dengan penakaran penyunya yang atraktif, belum lagi tiga taman nasional yang mengelilinginya; Merubetiri, Alas Purwo dan Baluran serta kehidupan masyarakat Osing yang tinggal di dalamnya. Benar-benar paduan destinasi yang mengagumkan yang tidak dimiliki oleh kawasan manapun di dunia.
Beberapa wisata  alam yang ada di Banyuwangi mampu mempesona para wisatawan yang yang berkunjung, mulai dari pantainya, Air terjunnya, dan pegunungannya. Sebagai Duta Wisata Banyuwangi yang peduli akan daerahnya, Jebeng Thulik mendefinisikan beberapa Wisata Alam dari Banyuwangi yang mempesona diantaranya: 
Wisata pegunungan / Kawah
Wisata Pantai / Pulau di Banyuwangi

Selain beberapa Pantai ini, Banyuwangi masih memiliki beberapa Pantai yang tentunya memilikh keindahan yang menakjubkan.

Wisata Air Terjun di Banyuwangi